KUBU RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diperkuat dengan pengerahan 1.260 personel bantuan kendali operasi (BKO) TNI.Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, memberikan pengarahan langsung kepada personel BKO Penanggulangan Bencana Karhutla di Marshalling Area Yonif TP 882/Hulubalang, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (23/8/2026).
Pengerahan pasukan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, jajaran Menteri Kabinet, Panglima TNI, dan Kapolri untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
“Sebanyak 3 Satuan Setingkat Kompi (SSY) atau 1.260 personel disiapkan untuk diterjunkan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kalbar,” jelasnya.Pasukan tersebut terdiri dari 420 personel Yonif TP 538/PTA Banyuwangi dari Kodam V/Brawijaya, 420 personel Yonif TP 542/AW Mojokerto dari Kodam V/Brawijaya, serta 420 personel Yonif TP 839/SN Kuningan dari Kodam III/Siliwangi.
“Untuk gelombang pertama, sebanyak 420 personel Yonif TP 538/PTA diberangkatkan melalui dua titik menuju Pontianak,” terangnya.Sebanyak 220 personel diberangkatkan melalui Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dengan pimpinan Letda Inf Zakaria. Sementara 200 personel lainnya diberangkatkan melalui Bandara Juanda, Sidoarjo, di bawah pimpinan Danyonif TP 538/PTA Mayor Inf Edy Beni.Sementara itu, dua SSY lainnya, yakni Yonif TP 542/AW dan Yonif TP 839/SN, direncanakan diberangkatkan pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan menunggu jadwal penerbangan dari TNI Angkatan Udara.
Pangdam XII/Tpr mengatakan, seluruh pasukan akan dikerahkan ke berbagai kabupaten di Kalbar untuk membantu penanganan karhutla bersama unsur pemerintah dan masyarakat.
“Sebagai Dansatgas, kami bekerja sama dengan instansi vertikal, Pemprov Kalbar, BPBD, Polda, BNPB, hingga relawan Manggala Agni dan masyarakat. Meski kondisi masih kemarau, saya yakin dengan kebersamaan kita bisa mengurangi kebakaran ini secara signifikan, ” ujar Novi.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas instansi. Selain personel, pasukan yang dikerahkan juga dilengkapi peralatan pemadaman serta tim sosialisasi kepada masyarakat.Novi juga mengimbau masyarakat Kalimantan Barat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mohon masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita dukung bersama agar masyarakat Kalbar terbebas dari masalah asap yang dapat merugikan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Dengan tambahan 1.260 personel tersebut, TNI berharap penanganan karhutla di Kalbar dapat dilakukan lebih cepat dan masif, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi ancaman kebakaran dan sebaran asap.

